SULIT
IYA MUSTAHIL TIDAK
Di
suatu desa pesisiran pantai terdapat 3
anak yang memiliki penyakit yang berbeda-beda yag sejak dulu tak kunjung
sembuh. Dimana petra memiliki kudis di kepalanya. Sedangkan Bestan memiliki
gatal-gatal diseluruh badannya dan Bastian memiliki lendir hidung (ingus) yang
tak kunjung surut. Karena penyakit yang mereka derita inilah sehingga semua
anak di desa tersebut menjauhi mereka ber 3. Namun keindahan dunia anak anak
tidak hilang pada diri mereka bahkan karena penyakit itulah menjadi anugrah
yang membuat mereka bertiga menjadi akrab.
Malam yang begitu dingin petra ingin memecahkan sebuah masalah
Petra : Pi, kenapa kah temen teman yang lain tu tidak ada kasian yang mau
berteman sama saya.
Ayah petra : ih
kaasi ukanndeaeee... saya kira kamu sudah taumi jawabannya
Petra : karena kudis ini? (menunjuk diatas kepala)
Ayah Petra : Itu
sudah
Petra : teruss kenapa pale kepalaku ini dia berkudis? Baru tidak sembuh-sembuh
Ayah Petra : itu
to nak gara-gara tangannya dukun beranak dia tahan duluan kepalamu saat pertama
kali kamu lahir baru itu tangannya dukun dia lagi berkudis baru mamamu juga 111111111111111111111ddia
sempat hina itu dulu kudisnya dukun jadi itu dukun dia bilang kalau kepalamu
akan berkudis selama lamanya.
Petra : berarti ini semua salah mami?
Ayah petra :Bukan
juga. Soalnya mamimuu dia hina itu karena saya yang suruh.
Petra : Berarti ini semua salah Papi dong?
Ayah Petra : loh
kok jadi salah saya semua? Ini semua salah ayah, mamimu sama itu dukun.
Seandainya mamimu dia tidak ikut perintahku kan tidak mungkin juga jadi seperti
ini. Dan andaikan juga itu dukun dia tidak tersinggung pasti kamu tidak akan
terkutuk.
Petra : berarti ini semua kutukan?
Ayah Petr : eeeeeee
Petra : hummm mungkin bukan takdirku untuk menjadi Boyband. Padahal saya sudah
berencana sama Bastian dan Bestan kalau seandainya besar nanti baru penyakitnya
kita sudah sembuh kami mau bikin Boyband supaya kita kalahkan itu superjunior
dan XO.
Malam
telah larut semua bisingan telah lenyap kecuali jeritan burung hantu. Lelap
malam minggu adalah malam yang sangat melegahkan karena disitulah meraka libur
sekolah dan bisa digantikan dengan berpetualangan ataupun hanya sekedar
bermain.
Bastian dan Bestan :
Petra....Petra...... (nada memanggil) namun belum ada suara sahutan
Bestan : PETRA..............................(teriak kencang)
Petra : TUNGU........(nada keras serta panjang)
Petra : Eh kalian. Ngapai pagi-pagi datang ke rumahku? Kalian mau nantangin
saya main wayang? Apa kalian sudah siap kalah?
Bastian : sembarang kamu inieeee main wayang saja yang kamu pikirkan.
Bestan : betul. Mungkin kepalanya petra itu sudah teri wayang.
Petra : truss keperluan apa pale?
Bastian : lihat ituee( menunjuk kearah laut) teduhnya mi itu laut
Petra : trus kalau lautnya teduh apa hubungannya dengan saya?
Bastian : kita mau ajak kamu memancing pintar. Kita sudah cari tadi ulat jadi
kita tinggal pergi.
Petra : bilang dong dari tadi. Tunggu sbentar kalau gitu. Saya pake dulu baju
kotorku yang kemarin sekalian saya mau pake dulu bedak dinginnya mamaku soalnya
sebentar panas sekali itu matahari.
Bastian : ambilkan dengan kita orang nah
Petra : tunggu mi nanti saya ambilkan.
Setelah mereka
menggunakan bedak dingin merekapun langsung berangkat namun untuk kearah sampan
harus melewati dulu rumah bastian dan saat mereka di depan rumah bastian, Ayah
Bastianpun melihat mereka.
Ayah
Bastian : Kalian mau kemana?
Bastian : mau mancing
Ayah Bastian : ooohhh
Bastian : kami pergiduluh nah ?
Ayah Bastian : etssss tunggu dulu sebentar
Bastian : Kenapa ?
Bastian : Kenapa ?
Ayah bastian : tadi
malam saya mimpi saat kalian bertiga berjemur lama dimatahari penyakit kalian
itu tiba-tiba sembuh. Jadi saat saya tanyakan arti mimi itu di neneknya Wamboho
katanya kalian itu akan sembuh kalu mampu menahan sinar matahi jadi pas kalian
mancing sebentar kamu bastian jangan kamu lap hidungmu. Trus kamu Pet, jangan
tutup kepalamu.
Bastian : iokah? Betul itu? Asyikkkk. Berarti nanti kalu besar nanti bisami kita
jadi Boyband. Hore..Hore..Horeee...
Rasa
gembira mengiringi langkah mereka kelokasi sampan yang akan mereka tumpangi
guna menghantarkan mereka sampai tujuan yang diharapkan. Ayunan dayung yang
perlahan namun pasti, angin sepoi-sepoi yang menerkah wajah, air laut yang
begitu jernih serta pancaran mentari yang suda mulai menghangat menjadi suasanah indah yang
terlukis dengan kesederhanaan namun memiliki
nilai yang tak terhingga bahkan waktu terasa cepat berlalu untuk menuju lokasi pemancingan.
Petra : bestan, turunkan jangkar di sini.
Bestan :
ok..
Petra : Bastian, kasikan aku umpan
Bastian : ni ambil.
Pertra : teman2 ingat nah kita harus mampu menahan rasa sakit di terit matahari
ini.
Bastian dan Bestan : siiiip
(menjawab bersama)
Petra : katanya bapakku toh kudisku ini sudah permanen soalnya ini katanya
kutuka dari dukun lahirannya mamaku dulu. Tapi semoga apa yang dikatakan
bapaknya bastian tadi benar kalau penyakitnya kita ini bisa sembuh.
Bestan :
berartimasi bisa ini kita bikin Boyband?
Bastian : iya toh. Tapi kira-kira apami nama boybandnya kita?
Bestan : bagaimana kalau anak manja?
Bastian : janganlah. Jeleknya mi.
Petra : hust. Jangan dulu berpikir sejau itu. Soalnya belum tentu ini
penyakit bisa sembuh. Soalnya itukan cuman mimimpinya bapaknya bastian. Tau
sendirikan kalau mimpi itu Cuma bunga bunga tidur.
Bestan :
betul juga. Tapi saya perna dengar cerama diradio kalau semua penyakit itu
datangnya dari Allah dan Allah pula yang akan menyembuhkannya adapun kita hanya
berusaha supaya bisa sembuh.
Petra : kalau yang menyembuhkan hanya tuhan, trus apa pale gunanya obat? Orang biasa
habis minum obat langsung sembuh berarti yang menyembuhkannya adalah obat.
Bestan : kalau yang sayadengar sih obat itu hanya sebagai perantara. Karena ada
juga orang meskipun sudah minum obat tap
ipenyakitnya juga tidak sembuh.
Suasanahpun kian
berwarna karena penantian getaran ikan satu persatu diselingi dengan percakapan
yang mencerahkan akan satu hal.namun komitmen mereka untuk menahan rasa sakit
dibawah terit matahari masih tetap dipertahankan. Namun rasa sakit yang mereka rasakan
sudah tak terbendung lagi hingga akhirnya merekapun menyerah satu persatu namun
disamarkan.
Petra : tau
nggak kalu bapak aku itu dulu perna naik pesawat terbang.
Bastian : oyah
Petra : betul kasian saya tidak bohong. Jadi pas bapakku dulu naik pesawat
ciung..... (diperagakan dengan tangan kanan dan jari-jari yang tertutup
rapat) tiba tiba pesawatnya berhenti diatas awan (telapak tangan berhenti tepat
diatas kepala)
Bastian : Beh.... apa juga... cuman begitu sudah sombong. Bapakku saja dulu
perna dia panah anoang liar cuman satu kali tarikan tapi saya biasa saja.
Bastian : masa?
Jadi pas bapakku dia panah anoang sing.....
(diperagakan menarik panah dengan lengan baju menempel pada hidungnya hingga
saat panah yang diumpamakan itu ditarik, tertarik pula dengan lendir di
hidungnya) ahhhhhhhhh.
Bestan : apaan. baru begitu aja udah disombongkan. Bapak aku itu dulu adalah
musisi paling populer dan terkenal khususnya memainkan gitar. Bahkan perna
dipanggil untuk main gitar di konser tunggalnya Beonce dan Madonna. Kalau saya
tidak salah Michel Jachson juga kayanya.
Petra : tidak mungkinnya mi pa.
Bestan :
Betul kasin. Bapakku itu dulu anak-anak deker jadi jangan heran kalu dia itu
lihai memainkan gitar. Dan lagu andalannya itu
Gali-gali-gali-gali
gali lubang
Gali-gali-gali-gali
gali lubang
Lubang
digali digali lubang tutup menutup lubang
Lubang
digali digali lubang tutup menutup lubang
Gali
lobang tutup lobang pinjam uang bayar utan
Gali
lubang tutup lubang pijam uang bayar utang
Gali-gali-gali-gali......................................(bernyanyi
sambil bermain gitar yang diumpamakan serta petikan demi petikan diarahkan pada
badan yang terasa gatal.)
Tamat
sudah komitmen yang mereka genggam. Lega
dan sedih menyelimuti perasaan mereka bertiga. Legahnya penyakit yang
mereka sudah tak mampu lagi menahannya, bisa dibendung sementara dan sedihnya
jangan sampai penyakit mereka tidak akan bisa sembuh. Sepulangnya dirumah
ternyata ada bantuan medis dari pemerintah pusat untuk mengobati orang-orang
yang sakit dikampung mereka dan merekapun mendapatkan kesempatan untuk
melakukan pengobatan dan akhirnya mereka dapat hidup dengan legah karena
penyakit mereka telah sembuh. Begitulah bila tuhan telah berkehendak maka
bantuanpun akan datang meski dalam hal yang tak terduga.