Senin, 11 Mei 2015

DRAMA KOCAK DAN INSPIRATIF



SULIT IYA MUSTAHIL TIDAK

Di suatu desa pesisiran pantai terdapat 3  anak yang memiliki penyakit yang berbeda-beda yag sejak dulu tak kunjung sembuh. Dimana petra memiliki kudis di kepalanya. Sedangkan Bestan memiliki gatal-gatal diseluruh badannya dan Bastian memiliki lendir hidung (ingus) yang tak kunjung surut. Karena penyakit yang mereka derita inilah sehingga semua anak di desa tersebut menjauhi mereka ber 3. Namun keindahan dunia anak anak tidak hilang pada diri mereka bahkan karena penyakit itulah menjadi anugrah yang membuat mereka bertiga menjadi akrab.  Malam yang begitu dingin petra ingin memecahkan sebuah masalah
Petra                : Pi, kenapa kah temen teman yang lain tu tidak ada kasian yang mau berteman sama saya.
Ayah petra      : ih kaasi ukanndeaeee... saya kira kamu sudah taumi jawabannya
Petra                : karena kudis ini? (menunjuk diatas kepala)
Ayah Petra      : Itu sudah
Petra                : teruss kenapa pale kepalaku ini dia berkudis? Baru tidak sembuh-sembuh
Ayah Petra      : itu to nak gara-gara tangannya dukun beranak dia tahan duluan kepalamu saat pertama kali kamu lahir baru itu tangannya dukun dia lagi berkudis baru mamamu juga 111111111111111111111ddia sempat hina itu dulu kudisnya dukun jadi itu dukun dia bilang kalau kepalamu akan berkudis selama lamanya.
Petra                : berarti ini semua salah mami?
Ayah petra      :Bukan juga. Soalnya mamimuu dia hina itu karena saya yang suruh.
Petra                : Berarti ini semua salah Papi dong?
Ayah Petra      : loh kok jadi salah saya semua? Ini semua salah ayah, mamimu sama itu dukun. Seandainya mamimu dia tidak ikut perintahku kan tidak mungkin juga jadi seperti ini. Dan andaikan juga itu dukun dia tidak tersinggung pasti kamu tidak akan terkutuk.
Petra                : berarti ini semua kutukan?
Ayah Petr        : eeeeeee
Petra                : hummm mungkin bukan takdirku untuk menjadi Boyband. Padahal saya sudah berencana sama Bastian dan Bestan kalau seandainya besar nanti baru penyakitnya kita sudah sembuh kami mau bikin Boyband supaya kita kalahkan itu superjunior dan XO.
Malam telah larut semua bisingan telah lenyap kecuali jeritan burung hantu. Lelap malam minggu adalah malam yang sangat melegahkan karena disitulah meraka libur sekolah dan bisa digantikan dengan berpetualangan ataupun hanya sekedar bermain.
Bastian dan Bestan     : Petra....Petra...... (nada memanggil) namun belum ada suara sahutan
Bestan                         : PETRA..............................(teriak kencang)
Petra                : TUNGU........(nada keras serta panjang)
Petra                : Eh kalian. Ngapai pagi-pagi datang ke rumahku? Kalian mau nantangin saya main wayang? Apa kalian sudah siap kalah?
Bastian                        : sembarang kamu inieeee main wayang saja yang kamu pikirkan.

Bestan             : betul. Mungkin kepalanya petra itu sudah teri wayang.
Petra                : truss keperluan apa pale?
Bastian                        : lihat ituee( menunjuk kearah laut)  teduhnya mi itu laut
Petra                : trus kalau lautnya teduh apa hubungannya dengan saya?
Bastian                        : kita mau ajak kamu memancing pintar. Kita sudah cari tadi ulat jadi kita tinggal pergi.
Petra                : bilang dong dari tadi. Tunggu sbentar kalau gitu. Saya pake dulu baju kotorku yang kemarin sekalian saya mau pake dulu bedak dinginnya mamaku soalnya sebentar panas sekali itu matahari.
Bastian                        : ambilkan dengan kita orang nah
Petra                : tunggu mi nanti saya ambilkan.
Setelah mereka menggunakan bedak dingin merekapun langsung berangkat namun untuk kearah sampan harus melewati dulu rumah bastian dan saat mereka di depan rumah bastian, Ayah Bastianpun melihat mereka.
Ayah Bastian              : Kalian mau kemana?
Bastian                        : mau mancing
Ayah Bastian  : ooohhh
Bastian                        : kami pergiduluh nah ?
Ayah Bastian  : etssss tunggu dulu sebentar
Bastian            : Kenapa ?
Ayah bastian   : tadi malam saya mimpi saat kalian bertiga berjemur lama dimatahari penyakit kalian itu tiba-tiba sembuh. Jadi saat saya tanyakan arti mimi itu di neneknya Wamboho katanya kalian itu akan sembuh kalu mampu menahan sinar matahi jadi pas kalian mancing sebentar kamu bastian jangan kamu lap hidungmu. Trus kamu Pet, jangan tutup kepalamu.
Bastian                        : iokah? Betul itu? Asyikkkk. Berarti nanti kalu besar nanti bisami kita jadi Boyband. Hore..Hore..Horeee...
Rasa gembira mengiringi langkah mereka kelokasi sampan yang akan mereka tumpangi guna menghantarkan mereka sampai tujuan yang diharapkan. Ayunan dayung yang perlahan namun pasti, angin sepoi-sepoi yang menerkah wajah, air laut yang begitu jernih serta pancaran mentari yang suda mulai  menghangat menjadi suasanah indah yang terlukis dengan kesederhanaan namun memiliki  nilai yang tak terhingga bahkan waktu terasa cepat berlalu  untuk menuju lokasi pemancingan.
Petra                : bestan, turunkan jangkar di sini.
Bestan             : ok..
Petra                : Bastian, kasikan aku umpan
Bastian                        : ni ambil.
Pertra               : teman2 ingat nah kita harus mampu menahan rasa sakit di terit matahari ini.
Bastian dan Bestan     : siiiip (menjawab bersama)
Petra                : katanya bapakku toh kudisku ini sudah permanen soalnya ini katanya kutuka dari dukun lahirannya mamaku dulu. Tapi semoga apa yang dikatakan bapaknya bastian tadi benar kalau penyakitnya kita ini bisa sembuh.
Bestan             : berartimasi bisa ini kita bikin Boyband?
Bastian                        : iya toh. Tapi kira-kira apami nama boybandnya kita?
Bestan             : bagaimana kalau anak manja?
Bastian                        : janganlah. Jeleknya mi.
Petra                : hust. Jangan dulu berpikir sejau itu. Soalnya belum tentu ini penyakit bisa sembuh. Soalnya itukan cuman mimimpinya bapaknya bastian. Tau sendirikan kalau mimpi itu Cuma bunga bunga tidur.
Bestan             : betul juga. Tapi saya perna dengar cerama diradio kalau semua penyakit itu datangnya dari Allah dan Allah pula yang akan menyembuhkannya adapun kita hanya berusaha supaya bisa sembuh.
Petra                : kalau yang menyembuhkan hanya tuhan, trus apa pale gunanya obat? Orang biasa habis minum obat langsung sembuh berarti yang menyembuhkannya adalah obat.
Bestan             : kalau yang sayadengar sih obat itu hanya sebagai perantara. Karena ada juga orang  meskipun sudah minum obat tap ipenyakitnya juga tidak sembuh.
Suasanahpun kian berwarna karena penantian getaran ikan satu persatu diselingi dengan percakapan yang mencerahkan akan satu hal.namun komitmen mereka untuk menahan rasa sakit dibawah terit matahari masih tetap dipertahankan. Namun rasa sakit yang mereka rasakan sudah tak terbendung lagi hingga akhirnya merekapun menyerah satu persatu namun disamarkan.
Petra                :  tau nggak kalu bapak aku itu dulu perna naik pesawat terbang.
Bastian                        : oyah
Petra                : betul kasian saya tidak bohong. Jadi pas bapakku dulu naik pesawat ciung..... (diperagakan dengan tangan kanan dan jari-jari yang tertutup rapat) tiba tiba pesawatnya berhenti diatas awan (telapak tangan berhenti tepat diatas kepala)
Bastian                        : Beh.... apa juga... cuman begitu sudah sombong. Bapakku saja dulu perna dia panah anoang liar cuman satu kali tarikan tapi saya biasa saja.
Bastian                        : masa?
 Jadi pas bapakku dia panah anoang sing..... (diperagakan menarik panah dengan lengan baju menempel pada hidungnya hingga saat panah yang diumpamakan itu ditarik, tertarik pula dengan lendir di hidungnya) ahhhhhhhhh.
Bestan             : apaan. baru begitu aja udah disombongkan. Bapak aku itu dulu adalah musisi paling populer dan terkenal khususnya memainkan gitar. Bahkan perna dipanggil untuk main gitar di konser tunggalnya Beonce dan Madonna. Kalau saya tidak salah Michel Jachson juga kayanya.
Petra                : tidak mungkinnya mi pa.
Bestan             : Betul kasin. Bapakku itu dulu anak-anak deker jadi jangan heran kalu dia itu lihai memainkan gitar. Dan lagu andalannya itu
Gali-gali-gali-gali gali lubang
Gali-gali-gali-gali gali lubang
Lubang digali digali lubang tutup menutup lubang
Lubang digali digali lubang tutup menutup lubang
Gali lobang tutup lobang pinjam uang bayar utan
Gali lubang tutup lubang pijam uang bayar utang
Gali-gali-gali-gali......................................(bernyanyi sambil bermain gitar yang diumpamakan serta petikan demi petikan diarahkan pada badan yang terasa gatal.)
Tamat sudah komitmen yang mereka genggam. Lega  dan sedih menyelimuti perasaan mereka bertiga. Legahnya penyakit yang mereka sudah tak mampu lagi menahannya, bisa dibendung sementara dan sedihnya jangan sampai penyakit mereka tidak akan bisa sembuh. Sepulangnya dirumah ternyata ada bantuan medis dari pemerintah pusat untuk mengobati orang-orang yang sakit dikampung mereka dan merekapun mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengobatan dan akhirnya mereka dapat hidup dengan legah karena penyakit mereka telah sembuh. Begitulah bila tuhan telah berkehendak maka bantuanpun akan datang meski dalam hal yang tak terduga.

Jumat, 08 Mei 2015

cerpen anak dan remaja yang lucu



Ayah Aku Dong
Oleh: adrisadrian

Hari minggu adalah hari yang dinanti nanti oleh para pelajar karena dihari itulah mereka memiliki waktu yang banyak untuk berpetualang ataupun hanya sekeder menghabiskan waktu untuk bermain. Kebahagian inilah yang dirasakan oleh Bestan, Bastian dan Petra yang masi menduduki kelas 3 SD. Bisa dibilang mereka ini adalah teman dekat atau bahasa populernya sahabat. Seumuran dan sekelas serta ruma mereka yang berdekatan dipinggir pantai inilah yang membuat mereka selalu bersama. Namun uniknya mereka ini memiliki penyakit yang tidak sembuh-sembuh dari dulu. Bestan memiliki kudis di atas kepalanya, sedangkan Bastian memiliki gangguan pernapasan yang lendirnya sering keluar tanpa terkontrol, dan Petra memiliki gatal-gatal pada area badannya.
Hari yang dinantipun telah tiba. Suasanah yang cerah seolah menyatu dengan perasaan.
Bestan......Bestan....” panggil Petra
ada apa Pet?” jawab Bestan dalam rumah tanpa membuka pintu maupun jendelah. Petra yang sudah berdiri tepat di depan pintu rumah mencari-cari sosok suara itu kemudian iapun melanjutkan
mancing yuk! Air laut teduh bangat pasti banyak ikan yang ganas
ok. Tapi aku gantian dulu yah.” Bestan kembali menjawab
Desiran pasir pantai mengiringi langkah Bestan dan Petra menuju perahu yang akan mereka tumpangi dan perahu itu itu telah terlihat sosok yang tidak asing bagi mareka. Yah, orang itu adalah Bastian.  Senyuman manisnya menjadi sambutan hangat untuk kedua sahabatnya itu sambil diarahkan loyang kecil berwarna biru dihadapan mereka berdua yang berisi cacing sebagai umpan untuk mancing.
gitu dong Bas. Kalu kaya ginikan aku jadi semangat mancingnya” sahut Bastian dengan nada memuji. Taklama setelah itu senyum bastian lenyap beserta usapan lengan bajunya yang mengarah pada hidung yang telah berlendir.
Ayunan dayung yang perlahan namun pasti, angin sepoi-sepoi yang menerkah wajah, air laut yang begitu jernih serta pancaran mentari yang suda mulai  menghangat menjadi suasanah indah yang terlukis dengan kesederhanaan namun memiliki  nilai yang tak terhingga bahkan waktu terasa cepat berlalu  untuk menuju lokasi pemancingan.
turunkan jangkarnya disini Bes” teriak petra selaku pengemudi kendali perahu.
ok.” Bastian yang berada paling depan langsung melaksanakan perita Petra.
Taklamah setelah itu keheningan mulai bangkit. Tak satupun yang angkat bicara. Mereka fokus pada tali trasparan yang mereka genggam erat dihadapannya. Waktu terus berputar namun hasil yang mereka peroleh masih sangat sedikit bahkan ikanpun enggan untuk menarik cacing yang menari ria dalam tancapan mata kait itu. Mentaripun kian tersa hangatannya hingga membuat penyakit merekah mulai terasa nyata.
Gays, maukah kalian menerima tantanganku?” tiba-tiba Bastian memecah sepih seketika hingga akhirnya Bastian dan Petra beralih panddangan dan tertuju padah sosok Bestan. Kemudian Bestan melanjutkan
jadi gini. Gimana kalu kita buat kesepakatan bahwa kita harus menahan penyakit kita dibawah terik matahari ini dimana saya tidak boleh melindungi kepala saya, dan kamu (jari telunjuk mengarah pada Bastian) tidak boleh mengusap lendir hidungmu dan kamu Pet, tidak boleh menggaruk badan mu. dan disinilah kita akan lihat sipa pahlawan yang sesungguhnya” suara Bestan yang menggebuh-gebuh serta mata melotot dan senuman sinis. Melihat tingkah Bestan, Bastian dan Petra tidak menerimanya dengan baik karena Bestan terlihat sombong dan seolah menggap remeh mereka hingga akhirnya Bastian dan Petra memutuskan untuk menerima tantangan Bestan.
Terik matahari kian menyengat. Kudis kepala Bestan seolah terasa meletus satu persatu, lendir hidung bastian yang suda mulai turun dengan tenang lalu dihirupnya kembali dengan sekuat tenaga dan gatal di badan Petra sudah tidak mampu terbendung lagi. Namun mereka tetap gengsi untuk mengelah hingga masi tetap membuat mereka bertahan. Namun taklama kemudian Bestan sudah tidak mampu menahan terit matahari yang menyengat dikepalanya namun ia malu bila ketahuan menyerah pertama hingga akhirnya ia mendapatkan ide.
kalian tau nggak, kalu masi mudahnya, ayah aku dulu perna naik pesawat loh.” Bestan kembali memecah sepih dan kepala Bastian dan Petra kembalih menoleh pada Bestan.
“jadi saat ayahku naik pesawat ciuuuuuuuuuuung..... ( diperagakan dengan tangan serta jari yang tertutup rapat) pesawatnya mendadak berhenti di udara ”dan tangan Bestan tepat berhenti diatas kepalanya yang membuatnya sedikit legah.
Bastian yang melihat kejadian itu, sebenarnya ia paham bahwa ini adalah akal-akalan Bestan untuk menutupi kepalanya namun karena ia juga sudah tidak mampu membendung lendir yang meleleh halus dihidungnya Bastianpun mulai angkat bicara
kalau ayahku sih masi mudahnya perna memanah rusa liar hanya dalam satu tarikan” kemudian bastianpun memperagakan sosok orang yang sedang memanah yang seolah benda itu nyata digenggamannya. Kemudian tangannya diarahkan kedepan sambil memegang panah lalu hidungnya ditempelkan pada lengan bajunya dan panahpun mulai ditarik hingga lendir di hidungnya terkikis habis lalu dilepas. Bastianpun menghentikan adengannya dengan senyum imut tanpa  beban sedikitpun.
“apaan. Baru gitu aja udah sombong.” Petrapun angkat bicara seketika. “ ayah aku dong saat mudahnya sangat jago memainkan alat musik gitar bahkan perna ditawarkan untuk mengiringi Madona dan Bionce nyanyi namun dia menolak bahkan Ayahku dikenal sebagai anak-anak deker” Petra dengan suara yang menggebuh-gebuh dan tingkat kepercayaan diri 100%. Kemudian iapun mulai memperagakannya
jreng........jreng......
Gali-gali-gali-gali lubang
Gali-gali-gali-gali lubang
Lubang digali digali lubang
Tutup menutup lubang
Lubang digali digali lubang
Tutup menutup lubang
Gali lubang tutup lubang
Pinjam uang bayar utang
Gali lubang tutup lubang pinjam uang bayar utang
Gali-gali-gali-gali lubang
Gali gali gali gali gali........” petra menyanyi dengan penghayatan yang begitu mendalam serta mata tertutup dan petikan demi petikan gitar yang diumpamakannya itu diarahkan pada badannya yang terasa gatal hingga saat ia membuka mata perasaannya menjadi fresh namun Petra kaget mendadak melihat Bastian yang masi asik berjoget denga gaya tarikan panah yang lengannya ditempelkan pada hidung dan Bestan yang sudah menutupi kepalanya dengan loyang tempat cacing dengan tangan yang menari-nari perlahan. Setelah itu mereka kembali tertawa menganga bersama-sama. Dan kejadian itu telah memberi pelajaran bagi mereka bahwa untuk menjadi sosok pahlawan tidak harus menyakiti sahabat sendiri bahkan yang harus dilakukan sebagai sosok pahlawan adalah bagaimana cara meringankan beban orang lain utamanaya sahabat bukan malah sebaliknya. Terkadang kita membiarkan pengalaman hidup kita berlalu begitu saja tanpa memetik hikmah di dalamnya padahal pengalaman hidup adalah guru terbaik bagi diri kita.